Arti BPM di Smartwatch

Inilah Arti BPM di Smartwatch yang Harus Diketahui

Arti BPM di Smartwatch – Setiap orang tentunya menginginkan jantung yang sehat. Terlebih lagi saat ini banyak usia muda yang terserang penyakit jantung.

Lakukan pemeriksaan jantung secara rutin atau periksa sendiri dengan menggunakan smartwatch. Arti bpm di smartwatch perlu diketahui untuk mengukur detak jantung.

Kesehatan jantung banyak dipengaruhi oleh gaya hidup. Semakin buruk gaya hidupnya, kemungkinan menderita penyakit jantung koroner pun semakin tinggi.

Hadirnya smartwatch memiliki banyak manfaat untuk mengecek kesehatan. Salah satu fiturnya memungkinkan pengguna untuk memantau detak jantung.

Apa Arti BPM pada Smartwatch?

Kondisi dan aktivitas seseorang mempengaruhi rendah tingginya detak jantung. Waktu ideal untuk mengukur detak jantung apakah normal atau tidak adalah saat istirahat atau tidak melakukan olahraga (resting heart rate). Saat itulah dapat ditentukan kondisi kebugaran jantung.

Jam pintar atau smartwatch bekerja dengan memonitor dan mengukur denyut jantung melalui sensor yang terpasang.

Saat pengguna mulai mengaktifkan fiturnya, smartwatch akan merespon dengan menunjukkan data detak jantung. Bpm digunakan sebagai satuan untuk mengukur frekuensi detak jantung.

Arti bpm di smartwatch adalah beats per minute atau detakan jantung per menit. Dengan adanya fitur untuk mengetahui frekuensi detak jantung ini, pengguna smartwatch tidak perlu lagi menghitung secara manual. Di samping itu, ketahui juga detak jantung normal dilihat dari usia berikut ini:

  • Bayi yang baru lahir. Memiliki perkiraan detak jantung normal sekitar 100 hingga 160 bpm.
  • Usia 0 sampai 5 bulan. Detak jantung normal berada pada angka 90 hingga 150 bpm.
  • Usia 6 sampai 12 bulan. Detak jantung normal berada pada angka 80 hingga 140 bpm.
  • Usia 1 sampai 3 tahun. Detak jantung normal berada pada angka 80 hingga 130 bpm.
  • Usia 3 sampai 4 tahun. Detak jantung normal berada pada angka 80 hingga 120 bpm.
  • Usia 6 sampai 10 tahun. Detak jantung normal berada pada angka 70 hingga 110 bpm.
  • Usia 11 sampai 14 tahun. Detak jantung normal berada pada angka 60 hingga 105 bpm.
  • Usia 15 tahun ke atas. Detak jantung normal berada pada angka 60 hingga 100 bpm.
Simak juga 👉  Cara Hapus dan Blokir Kontak BBM Android

Hal-hal yang Berpengaruh pada Frekuensi Detak Jantung

Perbedaan detak jantung manusia bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor. Di usia dewasa, detak jantung yang berada di bawah 60 bpm tidak selalu abnormal apalagi bagi yang sedang melakukan aktivitas berat. Hal-hal yang mempengaruhi denyut jantung di antaranya:

1. Usia

Dilihat dari penjabaran sebelumnya, usia ikut berpengaruh pada frekuensi detak jantung.

Semakin bertambahnya usia, semakin rendah pula frekuensi detak jantungnya. Hal ini berhubungan dengan proporsi kebutuhan energi tubuh yang rendah.

2. Suhu Tubuh

Saat suhu tubuh semakin tinggi, jantung akan berdetak lebih cepat atau frekuensinya lebih tinggi.

Tubuh memerlukan peningkatan metabolisme untuk meningkatkan pasokan oksigen. Hal tersebut juga berperan dalam pengeluaran karbon dioksida dalam tubuh.

3. Aktivitas

Saat sedang beraktivitas, tentunya setiap orang memerlukan energi dalam hal ini oksigen dan glukosa.

Agar kebutuhan tersebut terpenuhi, jantung dipaksa memompa darah lebih cepat dari biasanya. Banyak oksigen dalam darah yang harus dialirkan untuk mengimbangi aktivitas tersebut.

4. Jenis Kelamin

Meski perkiraan bpm jantung yang normal dapat dilihat dari usia, jenis kelamin juga ikut mempengaruhinya. Umumnya, detak jantung wanita lebih tinggi daripada pria.

Pada keadaan normal, wanita memiliki detak jantung sekitar 72 hingga 80 bpm. Sementara pria berkisar 6 hingga 72 bpm.

Dengan mengetahui arti bpm di smartwatch dan frekuensi detak jantung normal di atas, pengguna smartwatch bisa mengetahui kondisi jantungnya.

Agar jantung selalu sehat, hindari merokok dan kelola stres dengan baik. Pengguna juga dapat menurunkan berat badan jika berlebih.